BERBAGAI JENIS IKAN WADER, IKAN AIR TAWAR

YOYOG HOKI

Mengenal Berbagai Jenis Ikan Wader, Si Mungil Asli Indonesia 



Yoyog hoki - Ikan Wader adalah jenis ikan dengan ukuran tubuh lebih kecil  di banding dengan ikan lainnya. Ikan wader ini berasal dari suku cyprinide yang banyak di temukan di perairan atau sungai Indonesia. Suku cyprinide sendiri adalah keluarga ikan yang sama dengan jenis ikan mas, ikan karper atau ikan mas hias namun berkembang di alam liar. Ada banyak nama lain yang di sematkan pada ikan wader, seperti ikan beunteur, ikan paray, ikan cere, lunjar dan mungkin masih banyak sebutan-sebutan lainnya. Karena terkadang beda daerah berbeda namanya. Di Indonesia terdapat banyak spesies ikan wader yang memiliki ciri khasnya sendiri. Namun wader yang masih banyak ditemukan di perairan Indonesia hanya beberapa jenis, yaitu wader bintik dua atau wader cakul (Barbus binotatus), wader pari (Rasbora argyrotaenia), wader abang atau derbang dan wader kepek atau Genggehek (Mystacoleucus marginatus). Dari semua jenis ikan wader ini merupakan ikan air tawar anggota suku Cyprinidae. 

Wader bintik dua / wader cakul (Barbus binotatus)



Spesies ikan wader bintik dua awalnya dideskripsikan oleh Van Hasselt pada tahun 1823, sebagai Barbus maculatus, yang artinya berbintik-bintik. Namun pada tahun 1842, Achille Valencienners menamainya kembali denga nama ilmiah Barbus binotatus.

Ikan jenis ini juga memiliki banyak nama seperti ikan beunteur (Sunda), wader cakul (Jawa) ikan sepadak (Bengkulu) atau ikan puyan (Banjar).

Ciri khasnya yaitu empat sungut pendek yang terdapat di ujung moncongnya. Selain itu, ciri yang mudah dikenali adalah dua buah bintik hitam yang terletak pada pangkal sirip dorsal dan tengah batang ekor (peduncle).

Wader bintik dua bisa tumbuh sekitar 10 hingga 17 cm dan terdapat guratan di kedua sisi tubuhnya yang tidak terputus. Warna tubuhnya tidak selalu sama, di alam liar dapat dijumpai wader warna abu-abu keperakan, zaitun atau kehijauan dengan warna punggung cenderung lebih gelap.

Habitat ikan ini adalah perairan dangkal yang jernih seperti parit, sungai kecil di pegunungan, saluran air yang beraliran lambat, danau, hingga area pesawahan yang airnya jernih. Mereka juga termasuk hewan omnivora yang memangsa plankton, larva serangga hingga serpihan kecil tumbuhan hijau.

Ikan ini dapat berkembang biak dengan baik pada perairan terbuka menjelang malam. Ikan betinanya dapat bertelur antara 200-500 butir dan telur tersebut akan menetas setelah 48 jam kemudian menjadi burayak (anak ikan).

Ikan yang dalam bahasa Inggris disebut spotted barb ini biasanya diolah dengan cara digoreng kering atau dipepes. Rasa dan kandungan gizinya juga tak kalah dengan jenis ikan berukuran besar. Selain rasanya yang gurih, ikan ini memiliki kandungan protein tinggi dan kalsium yang sangat baik untuk masa pertumbuhan anak-anak.

Ikan wader pari (Rasbora argyrotaenia)


Pada awalnya, ikan ini diberi nama Leuciscus argyrotaenia oleh Pieter Bleeker pada tahun 1850. Namun pada tahun 1860 dipindahkan oleh Bleeker dalam marga baru yairu Rasbora.

Di beberapa wilayah Indonesia, wader pari memiliki nama lain seperti ikan lunjar pari, ikan paray, ikan pantau atau ikan bada.

Secara morfologis, ikan ini dapat dikenali dari tubuhnya yang ramping dengan ukuran tubuh mencapai 10-17 cm. Warnanya kuning kehijauan pada bagian punggung dan putih keperakan di bagian perut.

Sementara kedua sisi tubuhnya terdapat garis berwarna perak yang berdampingan dengan garis hitam mulai dari belakang insang hingga batang ekor

Sama seperti wader bintik dua, habitat ikan ini adalah perairan dangkal yang jernih dan berbatu, serta berarus lambat.  Mereka hidup dengan memakan alga, larva serangga dan krustasea kecil.

Ikan wader merupakan jenis ikan yang hidup dan beraktivitas di permukaan air dan bersifat diurnal. Mereka dengan mudah ditemukan bergerombol dan suka berlindung di dekat tumbuhan air.

Ikan wader kepek (mystacoleucus marginatus)



Wader kepek merupakan spesies dari sekian banyak ikan wader. Wader kepek (Mystacoleucus marginatus) merupakan ikan air tawar. Dari beberapa jenis ikan wader, wader kepek ini tidak kalah cantik dengan jenis wader lainnya. Ciri-ciri ikan wader kepek ini punya sirip dan ekor yang lebih lebar dan panjang bila di bandingkan dengan ikan wader spesies lainnya. Dengan warna tubuh yang sangat mengkilap putih kebiruan, Wader kepek ini hampir mirip dengan ikan tawes, maka tak heran bila banyak yang mengira kalau wader kepek ini ikan tawes. Ikan wader kepek ini juga bisa bertumbuh besar namun tidak bisa sebesar ikan tawes. Ukuran ikan wader kepek bisa mencapai maksimal sekitar 4 jari orang dewasa.  Ikan wader kepek ini sangat spesial bagi para pemancing micro fishing, karena ikan bertubuh kecil ini punya tenaga yang lebih kuat di banding spesies ikan wader lainnya. Habitat ikan wader kepek adalah perairan dangkal dan air jernih seperti sungai mengalir, parit sawah. Ikan wader kepek ini banyak di jumpai di daerah pegunungan.

Wader abang / derbang  (puntius orphoides)



Ikan wader yang satu ini sangat berbeda dengan jenis ikan wader lainnya. Ikan wader ini memiliki sirip dan ekor berwarna merah tua. Maka tak heran bila orang jawa menyebutnya wader abang atau biasa di singkat derbang.  Wader abang (Puntius orphoides) ini adalah jenis ikan wader pemakan segala. Ikan wader merah atau wader abang ini sering di jumpai di daerah Bantul dan Kulonprogo Yogyakarta. Dari semua spesies ikan wader, ikan wader abang ini merupakan ikan wader yang bisa tumbuh lebih besar di banding jenis ikan wader lainnya. Ukurannya bisa mencapai 4 jari orang dewasa sama seperti ikan wader kepek. Namun ikan wader abang ini lebih panjang di banding wader kepek. Serta memiki tubuh yang lebih bulat dan kepala lebih besar di bandingkan ikan wader spesies lain. Habitat ikan ini berada di dataran yang cukup rendah. Seperti di perairan yang dekat dengan laut. 

Semoga artikel ini bermanfaat.

Jangan lupa kunjungi juga YouTube Yoyog Hoki 

Mancing wader kepek Jogja 👇👇








 

Comments

Popular posts from this blog

CARA MUDAH MANCING IKAN WADER DI SUNGAI AGAR STRIKE TERUS